Ada yang bilang “CINTA ITU BUTA”
Cinta buta, karena selalu jatuh
di tempat yang gak lo sangka sangka, gak peduli warna kulit, agama, ras, suku,
budaya, bangsa, selama dua hati nemuin getaran dan respon dalam frekuensi yang
sama, that mean your in love.
Perbedaan, sesuatu yang sangat
mainstream, manusia diciptain beraneka ragam, dilahirkan di tanah yang berbeda
beda, dijadikan profesi yang ragam, sampai diberikan kepercayaan yang gak satu.
Ada saatnya perbedaan menjadi sesuatu yang special ketika disatukan, ketika
diseragamkan, tapi ada juga keadaan dimana perbedaan jadi suatu alasan untuk berhenti
bersama.
Pertanyaan besar buat yang
kepisah karena perbedaan, kenapa harus berbeda? Kenapa gak sama? Kenapa ?
kenapa? Yah, harus gue jawab gimana lagi, udah kodratnya, gak usah pertanyaain
hal bodoh kayak gini, sekarang tergantung gimana elo nyikapin perbedaan itu.
Pernah gue ungkapin, cinta itu
tentang Follow the rule or break the rule. Yang kebetulan jatuh cinta sama
orang yang sesuku, seagama, seprofesi, cenderung mudah menjalakan cinta, yah
mereka tinggal ikutin aturan yang ada, gak kepisah, tinggal nyatuin pikiran,
tentuin nyaman apa enggak, intinya tinggal masalah hati kalian. Tapi gimana
yang kebetulan berbeda, berbeda suku misalnya? Dimana selalu ada aturan gak
tertulis yang ngeharusin orang sasak harus sama orang sasak, jawa dengan jawa,
bima dengan bima, Sumbawa dengan Sumbawa, batak denagn batak, dan masih banyak
suku lain. Ato ada aturan konyol yang ngeharusin pasangan harus seprofesi? Dokter
dengan dokter? Lawyer dengan lawyer? Sampe petani harus sama petani gitu? WTH! Ini
tentang cinta, ini tentang kenyamanan, ini tentang siapa yang merasakan, so,
lets break the rule!
Kita emang gak bisa milih takdir,
kita gak bisa milih lahir jadi apa, dimana, dan sebagai apa. Tapi manusia
diberikan kesempatan untuk memilih kan? Memilih yang terbaik, memilih untuk
kebaikan diri sendiri, kebaikan orang banyak, Smua tergantung lo. Semua keputusan
ditangan lo, jangan nyerah karena alasan perbedaan.
Disini gue Cuma mau nyampein,
betapa bodohnya kita permasalahkan perbedaan, toh dimata tuhan kita sama, hanya
makhluk lemah ciptaanya, dimata semesta? Kita Cuma debu yang dengan mudahnya
bisa tertiup masuk ke lubang hitam, siapapun lo. Dunia terlalu luas untuk
disekat sekat sesuai kesamaan beberapa orang, satuin perbedaan satu satunya cara
buat kita bisa bersama, bukannya perbedaan ada untuk saling melengkapi?
“TUHAN ITU SATU,
MANUSIALAH YANG TAK SAMA”, untuk alasan ini gue gak sebutin beda agama terlalu
banyak, karena memang ada aturan yang lebih dari sekedar aturan mutlak yang misahin
kita dari perbedaan agama. semua balik ke individu masing masing, gimana mau menyikapinya.
Toh gue Cuma manusia yang gak banyak ilmunya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar